Monday, November 02, 2009

Perempuan itu Bernama Hellena...

Ya, saya memang tidak suka berdandan jika tidak ada acara yang mengharuskan saya untuk berdandan...

Saya juga tidak keberatan bermalam di tempat terpencil dengan fasilitas seadanya, berteman dengan pemukiman kumuh, berjalan di antara sampah TPA, atau menerjang air banjir setinggi pinggang ini karena tuntutan profesi saya.

Dan memang benar, saya lebih suka menggunakan celana panjang atau celana pendek daripada rok, sepatu keds atau flat shoes daripada highheels, dan lebih suka les bahasa asing yang terdengar seksi daripada berbaju seksi.

Bicara saya ceplas-ceplos, tidak berbasa-basi, sehingga pernah dicap tidak dibimbing roh kudus oleh seseorang yang akhirnya pun tidak setia pada roh kudus itu. Namun satu hal dibalik ceplas-ceplos itu, saya tidak munafik!

Saya lebih suka main basket, daripada belajar balet, dan lebih memilih instrumen drum daripada piano atau harpa. Begitupun koleksi lagu-lagu classic rock saya, yang hampir sama lengkapnya dengan lagu-lagu cinta yang saya simpan di hard disk laptop saya.

Tapi saya PUNYA perasaan!
Saya masih punya hati!
Dibalik rencana saya untuk mengejar cita-cita dalam karier dan pendidikan saya, masih ada terselip keinginan untuk memiliki seorang anak, bayi milik saya sendiri. Walau kini saya hanya bisa mencurahkan perasaan itu pada anak-anak milik orang lain, yang tak jarang menjadi sumber kesalahpahaman...

Dan semuanya saya simpan sendiri, mulai dari kebingungan saya, keresahan saya, sampai tidak berdayanya saya tiap kali mereka bertanya: apa kamu sudah telat? apa kamu sudah hamil? kapan kamu hamil? tahun depan hamil ya?
Please... Saya PUNYA perasaan.
Saya masih punya hati!

Dibalik kontroversi atas hobby saya, pekerjaan saya, dan segala sesuatunya yang tidak feminin,
saya masih seorang perempuan.

Yang kadang menangis, kadang sensitif, kadang terlalu melankolis, kadang emosional, dan tak jarang ambruk karena menahan perasaan...

namun untunglah, ada seorang lelaki yang cukup kuat di samping saya.
Yang bahunya cukup kuat untuk saya bersandar, dan yang hatinya cukup luas untuk saya berbagi keluh kesah, kekhawatiran, amarah, dan kesedihan...

terima kasih sayang.



Wednesday, October 28, 2009

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA

untuk mengingatkan isi teks sumpah pemuda.. butir ketiga harus jadi perhatian penting, karena isinya BUKAN berbahasa satu, Bahasa Indonesia, tapi menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.. itu berarti bahasa daerah harus tetap dijaga kelestariannya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa ini...

SOEMPAH PEMUDA

PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.

Tuesday, October 27, 2009

Bad Day

Without GOD, our days would be: Sinday, Mournday, Tearsday, Wasteday, Thirstday, Fightday & Shatterday.

Dan mungkin inilah yang terjadi. Mungkin sebagai manusia biasa yang tidak luput dari dosa, saya lupa melibatkan Tuhan dalam hidup saya, terutama hari ini. Karena rasanya apa yang saya lakukan semuanya salah. Niat baik memperhatikan, berbuah kecurigaan. Niat mengingatkan, kok jadi menyinggung perasaan orang lain.

Saya minta maaf, untuk semua pihak yang merasa kesal atas apa yang saya lakukan.
Tidak ada maksud buruk atau niat jahat.
Saya mohon ampun pada Tuhan, jika saya mungkin abai melibatkanNya dalam hidup saya.

Hari ini, saya belajar.